Dirjen Disdukcapil Tegaskan Perekaman E-KTP Tidak Perlu Pengantar RT RW

Dirjen Disdukcapil Tegaskan Perekaman E-KTP Tidak Perlu Pengantar RT RW

Ramadan (25) warga Tiban Pajak, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau mengaku keder dengan kebijakan pemerintah dikala ini. Pasalnya dirinya sempat dibolak-balik dikala akan melaksanakan perekaman e-KTP di Kecamatan Sekupang.”Aku keder, pemerintah sentra mengatakan perekaman dapat lantas datang ke kecamatan. Sementara pihak kecamatan mengharuskan warganya membikin surat pengantar atau alamat dari RT RW,” kata Ramadan, Kamis (7/3/2019). Malah dari kejadian ini Ramadan lantas mengurungkan niatnya untuk melaksanakan perekaman e-KTP. Dirinya berkeinginan supaya ada kejelasan sehingga pelaksanaan perekaman e-KTP tak padahal wajib terjadi seperti ini.

Dipinta keterangan secara terpisah, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Bijak Fakrulloh menetapkan perekaman e-KTP sekarang tak perlu disertakan pengantar dari RT RW, kelurahan ataupun Kecamatan. Karena persyaratan untuk melaksanakan perekaman e-KTP cuma cukup menyertakan fotokopi Kartu Keluarga (KK).”Jadi apabila ada petugas kecamatan yang minta pengantar dari RT RW sampai kelurahan, hal itu dapat dilaporkan ke Dinas Dukcapil setempat atau melewati call center kita 15537,” kata Bijak dikala dihubungi lewat telepon, Kamis (7/3/2019).

Bijak mengatakan sebelumnya pihaknya juga menyurati dan menyosialisasikan terhadap semua Disdukcapil yang ada di masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota mengenai kebijakan hal yang demikian. Baca juga: Kemendagri Kebut Perekaman e-KTP Jelang Pemilu 2019 Dengan tujuan, sosialisasi hal yang demikian akan diteruskan ke masing-masing Kecamatan yang ditugaskan untuk melaksanakan perekaman e-KTP hal yang demikian. Apalagi hal ini juga telah dikuatkan menurut Perpres 96 tahun 2018. “Jadi tak ada lagi alasan pihak Kecamatan untuk minta pengantar dari RT RW ataupun Kelurahan untuk melaksanakan perekaman e-KTP,” jelasnya.

Kecuali itu, Bijak menegaskan Perpres hal yang demikian tak cuma untuk pembuatan e-KTP, tetapi juga berlaku bagi masyarakat yang mengajukan pindah alamat di Dinas Dukcapil setempat. “Ketika ini sedang diupayakan segala pelayanan selesai satu sampai dua jam cocok Permendagri Nomor 19 tahun 2018,” ungkapnya.

Hingga dikala ini masih banyak ditemukan warga pengurusan e-KTP atau pindah alamat dipinta surat pengantar. \\\”Ke depan hal ini tak perlu terjadi lagi, dan kami meminta masyarakat proaktif melaporkan hal ini demi menyukseskan jalannya program pemerintah di program Disdukcapil,\\\” pungkasnya.

Share this post

Post Comment