Bunga Acuan BI Naik Menjadi 6 Persen

Bunga Acuan BI Naik Menjadi 6 Persen

Bunga Acuan BI – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan 

Bandar Betting

(7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen pada bulan ini.

Agen Betting Online

Begitu pula tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility, masing-masing naik 25 bps menjadi 5,25 persen dan 6,75 persen.

Agen Bola Terbaik

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 14-15 Oktober 2018 memutuskan untuk menaikkan 7DRRR 25 basis poin menjadi 6 persen,” ujar Perry di Kompleks Gedung BI, Kamis (15/11).

Bunga Acuan BI Meningkat 6 Persen

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi di dalam maupun luar negeri. Sekaligus untuk menjaga daya tarik pasa keuangan serta stabilitas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia.

Dari luar negeri, ekonomi dunia diperkirakan tetap pada rentang perlambatan akibat ketegangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta mulai menurunnya harga minyak mentah dunia.

Ekonomi AS diperkirakan tetap tumbuh kuat sampai akhir tahun ini dan memasuki masa konsolidasi pada tahun depan. Ekonomi Negeri Paman Sam diperkirakan juga mendapat topangan dari inflasi yang tetap tinggi, sehingga bank sentral AS, The Federal Reserve diperkirakan akan kembali melanjutkan kenaikan tingkat suku bunga acuannya.

Sementara ekonomi China diperkirakan tetap melambat sebagai dampak dari kebijakan domestik dan ketegangan hubungan perdagangan dengan AS. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat masih cukup kuat dengan tumbuh di angka 5,17 persen secara tahunan pada kuartal III 2018.

“Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh permintaan domestik dan investasi bangunan dan non bangunan. Meski, kontribusi ekspor net menurun karena lemahnya permintaan global dan peningkatan impor,” terangnya.

Kendati begitu, beberapa indikator ekonomi dalam negeri tetap stabil dan cukup kuat. Misalnya, cadangan devisa berada di angka US$115,2 miliar pada akhir bulan lalu.

Begitu pula dengan neraca transaksi modal dan keuangan yang positif US$4,2 miliar. Meski, defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) meningkat menjadi minus US$8,8 miliar atau 3,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III 2018.

Namun, menurut BI, pergerakan nilai tukar rupiah justru lebih positif. Depresiasi rupiah pada Oktober 2018 tercatat hanya sekitar 1,98 persen dan 3,84 persen pada kuartal III 2018. Walhasil, depresiasi rupiah secara tahun berjalan pada Januari-November 2018 menjadi 8,25 persen.

 

Share this post

Post Comment