Alasan Memilih Jokowi untuk Satu Periode Lagi

Alasan Memilih Jokowi untuk Satu Periode Lagi

Siapa bilang pembangunan infrastruktur itu tak penting? Fakta menggambarkan bahwa dengan pembangunan infrastruktur jalan, airport, bendungan, jembatan, pelabuhan kecil, pelabuhan besar, pembangkit listrik, serta saluran komunikasi, akan memberikan beribu manfaat bagi terbukanya \\\’jalan\\\’ perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, walau perlahan tetapi pasti.

Sejarah menggambarkan dengan adanya pembangunan infrastruktur karenanya sebuah negara akan mengalami kemajuan yang kencang, sebab kapabel memperlancar urat nadi yang menjadi ciri khas tempat-derah tertentu akan terekspose ke permukaan biasa dan diketahui banyak orang sesudah terbukanya trek transportasi dan komunikasi.

Apalagi dengan kawasan geografis tanah air Indonesia yang terdiri dari kawasan-kawasan berbentuk kepulauan, mewajibkan pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta mengurangi disparitas dan kesejangan sosial.

Mungkin dari kita masih banyak yang tak mengenal berapa pulau yang dimiliki oleh Indonesia sehingga dikatakan sebagai negara kepulauan? Atau sehingga masih banyak yang berkata untuk apa kita membangun infrastruktur? Apakah dapat makan cuma dari infrastruktur doank?

Terang pembangunan infrastruktur merupakan modal dan tujuan untuk mempersatukan nusantara dalam frame NKRI. Kalau kita berharap negara kita aman, makmur, sejahtera, dan konsisten menjunjung tinggi sila ke-3 Persatuan dan Kesatuan Indonesia? Karenanya Indonesia yang mempunyai 17.504 pulai yang tersebar di 32 Provinsi (sebelum terjadi pemekaran Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat), sepatutnya benar-benar dipandang pembangunan infrastrukturnya ataupun kesejahteraan rakyatnya.

Menyadari akan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai pondasi yang kuat untuk melangkah menjadi negara maju, karenanya Presiden RI, Jokowi dalam empat tahun terakhir sejak menjabat mengerjakan pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di semua pelosok tanah air. Pantas dengan program Nawa Cita, pemerintah menggambarkan janji untuk menciptakan pembangunan dari pinggiran dan desa.

Prioritas pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan tenaga saing nasional dan pemerataan hasil pembangunan, sekalian untuk mengurangi disparitas antar kawasan, karenanya Menteri PUPR (Profesi Awam dan Perumahan Rakyat), Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lima kelompok infrastruktur prioritas, yaitu: daya, transportasi, sumber tenaga air, komunikasi, dan pemukiman.

Karenanya tak terasa empat tahun telah infrastruktur di genjot pembangunannya dan walhasil? Amat luar awam! Kita sepatutnya mengakui profesi luar awam dari pemerintah untuk membangun konektivitas antara kawasan, antar tempat, antar desa sebagai penghubung nomor satu di Indonesia, sehingga kita lihat kini dari kota ke desa dan dari desa ke desa bisa terhubung dengan bagus.

Dengan pembangunan konektivitas ini karenanya diinginkan akan terjadi kemudahan dan kelancaran mobilitas rakyat dalam berprofesi dan berupaya. Pemerintah berpandangan kecuali untuk pemerataan distribusi barang/jasa, juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat, tenaga saing, sampai percepatan sampainya hasil panen dan hasil bumi dari desa ke kota.

Dalam catatan yang aku himpun selama empat tahun kepemimpinan pak Jokowi, sudah terbangun 3.432 kilometer jalan, 947 kilometer jalan tol, jembatan sepanjang 39,8 kilometer, dan jembatan gantung sebanyak 143 unit.

Jalanan kereta api, termasuk trek ganda dan reaktivitasi sepanjang 754.59 km\\\’sp. Peningkatan dan rehabilitasi trek kereta api sepanjang 413,6 km\\\’sp, Light Rail Transit di Sumatera Selatan selesai dibangun. Malah di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Light Rail Transit Kereta api selesai di bangun, juga Mass Rapid Transit akan rampung tahun 2019 ini.

Ada sepuluh bandar udara baru (Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu). Disamping itu revitalisasi dan pengembangan 408 airport di tempat rawan musibah, terisolasi dan kawasan perbatasan, serta janji untuk penurunan disparitas harga lima bahan pokok untuk masyarakat tempat terpencil, ketinggalan, dan tempat terluar yang belum terlayani moda transportasi merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan sila ke-5, Keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia.

Jangka Berikutnya Pembangunan Sumber Tenaga Manusia Unggul

Segala rakyat Indonesia telah mulai menikmati imbas dari pembangunan infrastruktur untuk menjalin konektivitas antar tempat dan antar kawasan di Indonesia.

Telah betul-betul banyak manfaat pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, tol, sampai telekomunikasi. Teladan simpel dari tersedianya jalan tol sudah membikin waktu kian efisien untuk diaplikasikan. Dengan adanya tol Trans Jawa dari Jakarta sampai Surabaya yang membikin jarak tempuh kian sedikit, sehingga orang yang berprofesi di Surabaya, tinggal di Jakarta tak sepatutnya kos lagi di Surabaya. Mereka telah dapat pulang — pergi, sebab jarak tempuh telah lebih singkat.

Seketika, apakah pembangunan ini akan stop atau dilanjutkan? Tentu saja sepatutnya lanjut, sehingga di masa yang akan datang, hasil dari pembangunan ini bisa dirasakan oleh semua buah hati cucu kita.

Pembangunan dari desa dan pinggiran sudah diawali dan manfaatnya telah betul-betul dinikmati oleh semua rakyat Indonesia, terutama dari pedesaan. Jalan-jalan mulus, irigasi mengairi sawah-sawah, jembatan gantung penghubung di desa-desa yang masih pelosok, sampai terbukanya jalan masuk untuk penyaluran hasil bumi menjadi batu loncatan kebaikan semua rakyat Indonesia.

Dana desa sampai dikala ini sudah kapabel memperlihatkan hasil terbaiknya dengan sudah terbangunnya sarana dan prasarana penyokong kesibukan ekonomi masyarakat, seperti terbangunnya 1.028.225 meter jembatan, jalan desa 158.619 kilometer, pasar desa sebanyak 7.421 unit, aktivitas BUMDes sebanyak 35.145 unit, embung desa sebanyak 3.026 unit, sarana irigasi sebanyak 39.656 unit serta sarana prasarana penyokong lainnya.

Dana desa juga diberdayakan untuk tersedianya sarana dan prasarana penyokong kwalitas hidup masyarakat desa melewati pembangunan 942.927 unit sarana air bersih, 178.034 unit MCK, Posyandu, serta drainase 39.920.120 unit ataupun sumur bor sebanyak 37.662 unit. Inilah keberhasilan pembangunan dana desa tahapan 1, dimana infrastruktur menjadi prioritas utama dalam menunjang upaya kemakmuran rakyat pedesaan di semua pelosok tanah air.

Sesudah berhasil dengan pembangunan infrastrukturnya, karenanya tugas berikutnya merupakan menciptakan pembangunan SDM seutuhnya. Program-program untuk pembangunan sumber tenaga manusia Indonesia ini sudah digodok dan akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Walau di empat tahun kepemimpinan pak Jokowi kecuali membangun infrastruktur, juga melihat pembangunan manusia Indonesia melalui program-program yang meraba rakyat segera, seperti: Kartu Indonesia Trampil, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Keinginan, kemudian beras sejahtera, diinginkan kapabel meringankan muatan hidup rakyat miskin, ideal target, serta kapabel mengentaskan kemiskinan.

Menonjol dari jatah anggaran yang dikucurkan pemerintah sebagai janji untuk mewujudkan sumber tenaga manusia Indonesia berkwalitas. Menurut data Kementerian Keuangan, jatah anggaran kesehatan tahun 2014 sebesar Rp 49,8 triliun, Rp 51,43 triliun (2015), Rp59,64 triliun (2016), Rp57,22 triliun (2017) dan Rp65,01 triliun (2018).

Jatah anggaran pengajaran tahun 2014 sebesar Rp126,31 triliun, Rp146,13 triliun (2015), Rp131,97 triliun (2016), Rp138,51 triliun dan Rp147,56 triliun (2018). Padahal jatah anggaran perlindungan sosial tahun 2014 sebesar Rp120,34 triliun, Rp140,01 triliun (2015), Rp137,74 triliun (2016), Rp148,91 triliun (2017) dan Rp162,56 triliun (2018). Sumbernya disini!

Menggambarkan bahwa pemerintah betul-betul benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Ini seluruh dikucurkan demi kesejahteraan bangsa Indonesia sehingga benar-benar berharap maju ke depan menjadi bangsa yang mandiri dan kapabel mengelola negara Indonesia, tak cuma kekayaannya untuk kesejahteraan, juga melihat rakyat Indonesia supaya menjadi warga negara yang sehat, sejahtera dan kapabel berdiri di atas kaki sendiri. Sekian.

Share this post

Post Comment